BOIM Suami Anggota DPRD Jateng Ditembak OTK, Polisi Diminta Usut Tuntas

PEKALONGAN, SAPUJGAD.NET : Seorang aktivis sosial di Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Muzakhim (akrab disapa Boim, 55 tahun), dilaporkan nyaris menjadi korban penembakan oleh orang tak dikenal pada Sabtu malam, 14 Februari 2026.

Berdasarkan informasi awal yang beredar, pelaku diduga melepaskan tembakan ke arah korban saat berada di sekitar kediamannya, namun korban berhasil menghindar sehingga tidak terkena peluru.

Muzakhim alias Boim (55) dan istrinya Nur Fawah

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari kepolisian yang membeberkan identitas pelaku, motif, maupun hasil penyelidikan awal. Informasi yang beredar di publik menyebut aparat melakukan olah TKP.

Boim dikenal aktif mengawal isu dugaan penculikan dan penganiayaan terhadap Purwanto, seorang pedagang martabak yang disebut-sebut merupakan “anak buah” korban. Sejumlah pihak menduga insiden penembakan ini berkaitan dengan konflik lanjutan dari kasus tersebut, namun dugaan itu belum terkonfirmasi oleh aparat penegak hukum.

Sebagaimana informasi yang telah banyak beredar di media sosial, kasus dugaan penculikan pedagang martabak di wilayah Kedungwuni pernah dilaporkan dan diberitakan sebelumnya; korban berinisial P (46) mengaku diculik dan dianiaya setelah peristiwa yang ramai terkait pengungkapan politik uang pada 25 November 2024, dan laporan dilayangkan ke pihak kepolisian.

Dalam perkembangan lain, Polda Jateng juga pernah mengumumkan penetapan satu tersangka dalam perkara dugaan perampasan kemerdekaan terkait kasus penculikan yang viral tersebut.

Kekhawatiran Publik

Detik-detik Boim ditembak oleh seorang pria tak diknal di rumahnya di Kedungwuni Pekalongan

Peristiwa ini memicu kekhawatiran masyarakat karena menyasar figur yang aktif dalam advokasi sosial. Publik berharap aparat mengusut tuntas, mengungkap pelaku dan motif, serta memastikan perlindungan keamanan bagi warga—terutama pihak-pihak yang terlibat dalam pendampingan korban dan pengawalan perkara

Sementara Hj. Nur Fatwah, isteri korban yang dihubugin wartawan Galaksi -TV. Com mengatakan saat peritiwa penembakan suminya dirinya tengah berada di Bali untuk mengikuti kegitan partai. “Ya Pak, saya masih di Bali, ada kegiatan Bimtek Partai, “ ungkap Nur Fatwah

Ia merasa prihatin dan was was juga dengan permasalahan permasalahan yang tengah menimpa suaminya. Kasus percobaan pembunuhan itu diduga kuat  terkait masalah yang ditangani suami yaitu penculikan  tergadap Purwanto (Gacon).  “ Yang jelas saya ikut prihatin karena di rumah juga ada anak anak saya, dan yang lain. Saya berharap pelaku bisa cepat tertangkap, karena sudah membahayakan nyawa orang, dan semoga kejadian yg sama tidak terulang lagi, “ harapnya. (@Bagus26/01)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *