Dandim Blora : Progres Pembangunan Gudang -Gerai KDMP Masih Kondusif

BLORA, SAPUJAGAD. NET:  Di banyak desa, bangunan program pemerintah berdiri megah tetapi berhenti sebagai monumen anggaran. Blora mencoba keluar dari jebakan itu.

Sehari setelah resmi menjabat sebagai Komandan Kodim 0721 Blora, Letkol Kav. Yudhi Agus Setiyanto.S.Sos turun langsung ke lapangan, memastikan Gudang dan Gerai Koperasi Desa Merah Putih tidak sekadar selesai dibangun, tetapi benar-benar siap menjadi mesin ekonomi desa.

Dandim Blora baru sama Kades dan Ketua Kopdes Jiken

Sejak awal penugasannya di Blora, Letkol Yudhi menempatkan penguatan ekonomi desa sebagai titik tekan. Pada Minggu, 8 Februari 2026, ia melakukan pengecekan langsung pembangunan Gudang dan Gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Jiken, Kecamatan Jiken—salah satu dari enam titik KDMP yang dibangun di Kabupaten Blora dan telah dinyatakan rampung seratus persen secara fisik.

Kunjungan ini bukan kunjungan simbolik. Di hadapan Kepala Desa Jiken Sumani, Ketua Kopdes Merah Putih Triyanto Budi Santosa, Danramil Jiken Kapten Sumarno, serta Supriyono, mitra pendukung pembangunan, Dandim menegaskan bahwa peran TNI tidak berhenti pada pengawalan bangunan berdiri.

Kami mengawal pembangunan Gudang dan Gerai KDMP agar selesai tepat waktu dan sesuai target. Setelah fisik rampung, tahap selanjutnya adalah pemenuhan sarana prasarana serta pembekalan sumber daya manusia, supaya koperasi benar-benar siap beroperasi, tegas Letkol Yudhi.

Paham Karakter Daerah

Dandim Blora Letkol Yudhi saat dialog dengan Kades dan Pengurus Kopdes Jiken

Pernyataan ini penting. Banyak program desa berhenti di tahap fisik, bangunan selesai, tetapi aktivitas ekonomi tak pernah benar-benar berjalan. Letkol Yudhi membaca celah itu sejak awal. Menurutnya, koperasi desa harus diposisikan sebagai unit usaha produktif, bukan sekadar etalase kebijakan.

Sebagai putra daerah Blora, ia memahami karakter wilayah dan potensi yang dimiliki desa. Karena itu, pengembangan KDMP diarahkan berbasis kekuatan lokal: pertanian, peternakan, UMKM, hingga jejaring kemitraan lintas sektor, termasuk dengan pengelola Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah setempat.

“Bangunan hanyalah alat. Tujuannya adalah pergerakan ekonomi desa. Koperasi harus hidup, bertumbuh, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Dandim, menegaskan orientasi keberlanjutan.

Optimisme serupa datang dari pemerintah desa. Kepala Desa Jiken, Sumani, menilai kehadiran Gudang dan Gerai KDMP menjadi peluang konkret untuk memperkuat kemandirian ekonomi warganya.

“Gedung dan gerai ini kami yakini mampu mendorong perekonomian desa. Selain usaha yang ditetapkan pemerintah, kami akan mengembangkan potensi pertanian, peternakan, dan UKM agar terintegrasi dengan koperasi,” kata Sumani.

Dari sisi kelembagaan, kesiapan koperasi juga mulai terbentuk. Ketua Kopdes Merah Putih Jiken, Triyanto Budi Santosa, menyebut proses sosialisasi telah berjalan dan respons warga cukup positif.

“Sambil menunggu operasional resmi, kami sudah melakukan sosialisasi. Saat ini tercatat 60 anggota telah bergabung di Koperasi Desa Merah Putih Jiken,” jelasnya.

Sementara itu, mitra pendukung pembangunan gudang dan gerai KDMP Jiken, Supriyono memastikan aspek teknis bangunan tidak menjadi persoalan di kemudian hari. Ia menyatakan pembangunan gudang dan gerai telah sesuai dengan spesifikasi perencanaan.

“Pembangunan berjalan lancar dari awal hingga finishing. Material sesuai spesifikasi konsultan, bangunan kokoh dan rapi,” ujarnya.

Kunjungan kerja perdana ini memperlihatkan pendekatan kepemimpinan yang tidak reaktif, tetapi preventif dan sistemik. Orientasi wilayah dimanfaatkan untuk membaca tantangan sejak dini: memastikan bangunan tidak mangkrak, kelembagaan siap, dan ekosistem ekonomi desa benar-benar terhubung.

Di Desa Jiken, pekerjaan fisik telah selesai. Tantangan berikutnya adalah memastikan roda koperasi bergerak, potensi desa terkelola, dan manfaat ekonominya dirasakan langsung oleh masyarakat. Di titik inilah, pengawalan tidak lagi bersifat teknis semata, tetapi menyangkut konsistensi, koordinasi, dan keberlanjutan.

Langkah awal Dandim baru Blora ini menandai satu pesan penting: pembangunan desa tidak cukup dibangun, tetapi harus dijaga agar hidup. (@bagus P)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *