KENDAL, SAPUJAGAD.NET— Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah bertukar pengetahuan dan pengalaman penanggulangan bencana di Pantai Indah Kemangi, Desa Jungsemi, Kabupaten Kendal, pada 23–24 Oktober 2026.
Pertemuan ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas dan koordinasi relawan agar semakin siap memberikan pertolongan kepada masyarakat.
PMI Kabupaten Kendal mendukung kegiatan selama dua hari tersebut dengan menyediakan tempat dan akomodasi. Selain mempererat hubungan antarrelawan, pertemuan menjadi ruang berbagi pengalaman menghadapi karakteristik bencana yang berbeda di setiap daerah.
Ketua PMI Jawa Tengah, H. Haryanto, yang hadir membuka kegiatan, menekankan pentingnya pembekalan pengetahuan bagi relawan di wilayah rawan bencana.
“Jawa Tengah merupakan wilayah yang rawan bencana. Baik itu bencana banjir, tanah longsor, kebakaran dan rob. Untuk itu relawan perlu pembekalan pengetahuan dan saling bertukar pengalaman,” ujarnya.
Haryanto juga mengajak relawan menjalankan tugas kemanusiaan dengan tulus, ikhlas, dan saling membantu. Pengabdian tersebut, menurutnya, harus berlandaskan kepedulian kepada sesama yang membutuhkan pertolongan saat menghadapi musibah.
Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Kendal, Achmad Ircham Chalid, mengatakan pertemuan ini dilatarbelakangi kondisi Jawa Tengah yang memiliki berbagai kerawanan bencana. Pengalaman relawan dari masing-masing daerah diharapkan dapat menambah kemampuan dalam melaksanakan tugas kemanusiaan.
“Mereka ini para relawan PMI yang datang dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Tengah di sini untuk bersilaturahmi, berbagi ilmu dan pengalaman untuk menambah kemampuannya dalam melaksanakan tugas kemanusiaan,” ungkapnya.
Ircham menjelaskan, pemilihan kawasan wisata bahari Pantai Indah Kemangi bertujuan mendekatkan relawan dengan alam sekaligus mendorong pemahaman terhadap potensi kerawanan bencana di lingkungan pesisir.
Ia berharap para peserta memanfaatkan pertemuan tersebut untuk memperkuat pertukaran pengetahuan dan membangun koordinasi antardaerah. Dengan demikian, pengalaman yang dibagikan dapat menjadi bekal untuk saling membantu ketika menjalankan tugas kemanusiaan.
“Harapan kami, para relawan di sini benar-benar konsentrasi dan memanfaatkan waktunya dengan baik untuk saling berbagi ilmu dan pengalaman,” pungkasnya.
Liputan Sriyanto
















Leave a Reply