Advertisement

Kendal PANGGUNGKAN BUDAYA, Perluas PROMOSI UMKM

JAKARTA, SAPUJAGAD.NET — Pemerintah Kabupaten Kendal membawa kesenian daerah dan promosi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ke Anjungan Jawa Tengah, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu (1/11/2026).

Melalui kegiatan ini, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengajak warga perantau ikut memperkenalkan potensi daerah sekaligus memperkuat jejaring ekonomi masyarakat.

Bupati Kendal Dyah Kartika bersama para penari saat pentas budaya di TMII Jakarta

Bupati memimpin rombongan yang terdiri atas jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), perwakilan instansi, BUMN, BUMD, dan pelaku usaha. Agenda tahunan tersebut juga menjadi ruang silaturahmi pemerintah daerah dengan warga Kendal yang tergabung dalam Paken di Jabodetabek dan Bandung Raya.

Pementasan sendratari “Sanggapura Sendang Tulangbawang” oleh Sanggar Tari Sukereno Kendal menjadi salah satu sajian utama. Pertunjukan ini mengangkat legenda asal-usul Sendang Tulang Bawang di Desa Darupono, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal.

Dalam sambutannya, Dyah Kartika menyampaikan bahwa perantau memiliki peran dalam menjaga hubungan sosial sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya dan produk unggulan Kendal di tempat mereka tinggal.

“Ini merupakan momen silaturahmi dan keakraban antara jajaran Pemda dengan Paguyuban Kerabat Kendal (Paken) di Jabodetabek dan Bandung Raya,” ujarnya.

Promosikan UMKM

Ia meminta warga Kendal yang bekerja maupun berwirausaha di Jakarta dan sekitarnya terus membangun komunikasi serta memperkuat kegotongroyongan dalam kegiatan sosial. Ia juga mendorong mereka tetap optimistis memperjuangkan kehidupan yang lebih baik dan sejahtera.

Di bidang ekonomi, Bupati mengajak Paken ikut mendukung pengembangan UMKM serta mengenalkan produk unggulan Kabupaten Kendal. Jejaring perantau diharapkan dapat membantu memperluas jangkauan promosi potensi daerah.

Bupati Kendal saat promosikan produk UMKM Kendal di arena promosi TMII Jakarta

Sementara itu, sendratari yang ditampilkan membawa pesan tentang perjuangan membangun kehidupan melalui pengelolaan air dan kebersamaan masyarakat.

Dalam legenda tersebut, Kyai dan Nyai Tulang Bawang beserta prajurit melakukan perjalanan setelah berakhirnya masa Kerajaan Majapahit. Mereka kemudian tiba di wilayah tandus yang mengalami kekeringan.

Kyai dan Nyai Tulang Bawang membendung sungai agar air dapat mengalir ke kawasan sekitar. Ketersediaan air memungkinkan masyarakat bercocok tanam dan menarik kedatangan penduduk hingga terbentuk perkampungan yang kini dikenal sebagai Desa Darupono.

Kisah berlanjut ketika warga menggelar syukuran dengan makan bersama. Di tengah kegiatan itu, mereka menyadari Kyai dan Nyai Tulang Bawang telah menghilang dari lokasi.

“Pementasan sendratari di Taman Mini ini untuk mengingat sejarah Kendal melalui tampilan Seniman dan Budayawan Kendal agar tetap lestari dan terjaga,” kata Bupati.

Dyah Kartika turut menyampaikan terima kasih kepada General Manager TMII, Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah, serta pihak-pihak yang memberikan kesempatan bagi duta seni Kendal tampil di Anjungan Jawa Tengah.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kendal, Sekretaris Daerah, kepala OPD, staf ahli bupati, dan asisten sekda. Forum Wartawan Kendal (Forwaken) turut mengikuti kegiatan untuk melakukan peliputan.

Sriyanto

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *