Viral Narasi Tak Ada Dokter Jaga Saat Pagi, RSUD Blora Membantah

Meskipun video sudah diturunkan, bila ada tindakan yang mendiskreditkan rumah sakit lebih lanjut, kami siap menempuh jalur hukum,” tandasnya.

BLORA, SAPUJAGAD.NET Pihak RSUD dr. R. Soetijono Blora membantah keras tudingan yang beredar di media sosial terkait tidak adanya dokter jaga saat pagi hari di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Narasi dalam video viral di akun TikTok @sobatngaret yang menyebut dokter tidak berada di tempat dan marah saat dibangunkan dinyatakan tidak benar oleh Direktur RSUD Blora, dr. Puji Basuki.

“Dokter sedang menunaikan ibadah salat Subuh ketika video tersebut direkam. Saat itu tim medis tetap siaga dan sudah melakukan penanganan terhadap pasien sejak pukul 02.00 WIB,” tegas dr. Puji saat konferensi pers, Sabtu (19/7).

Rekaman CCTV yang ditunjukkan pihak rumah sakit memperlihatkan bahwa pasien telah ditangani sejak dini hari oleh tim IGD. Pasien diketahui datang dalam kondisi penurunan kesadaran dengan tekanan darah 70/30 dan langsung mendapat penanganan intensif berupa pemasangan infus, pemberian obat-obatan, serta pemeriksaan lanjutan.

Puji juga membantah adanya kelalaian dalam pelayanan. Ia menjelaskan bahwa permintaan keluarga pasien untuk menghadirkan dokter spesialis kandungan (SpOG) tidak bisa dipenuhi karena yang bersangkutan sedang mengikuti diklat, dan kasus pasien lebih sesuai ditangani oleh spesialis penyakit dalam.

“Permintaan tersebut tidak sesuai dengan prosedur medis karena pasien menunjukkan gejala penyakit dalam, bukan kebidanan atau kandungan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Puji mengungkapkan bahwa video tersebut direkam dari area nurse station yang seharusnya terbatas aksesnya untuk publik karena menyangkut privasi pasien lain. Ia menyayangkan tindakan keluarga pasien yang mengambil video tanpa izin, termasuk menyorot pasien lain di ruang IGD.

“Ini melanggar etika pelayanan medis dan bisa berimplikasi hukum. Meskipun video sudah diturunkan, bila ada tindakan yang mendiskreditkan rumah sakit lebih lanjut, kami siap menempuh jalur hukum,” tandasnya.

Diketahui, pasien tersebut sebelumnya menjalani operasi di RSUP Kariadi Semarang dan dirujuk ke RSUD Blora setelah kondisinya memburuk selama tiga hari. Pasien meninggal dunia setelah dirawat selama tujuh jam, dari pukul 02.00 hingga 09.05 WIB.

Pihak rumah sakit menyatakan telah membangun komunikasi aktif dengan keluarga, meski mengakui adanya miskomunikasi dengan suami pasien yang juga merupakan anggota Polri. “Komunikasi kami dengan ibu pasien berjalan baik. Namun gesekan terjadi karena pihak suami kurang komunikatif,” ujar Puji.

Pihak RSUD Blora berharap kejadian ini tidak menimbulkan kesalahpahaman publik terhadap layanan kesehatan, khususnya di fasilitas pemerintah. (Red/01)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *