Advertisement

Sekolah Rakyat MULAI DIBANGUN, Harapan Warga Miskin JANGAN BERHENTI di Timbunan

Bangun gedungnya dengan kualitas, bangun manusianya dengan pendidikan. Sekolah Rakyat harus memutus rantai kemiskinan, bukan sekadar menambah bangunan.

BLORA, SAPUJAGAD.NET : Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Blora mulai memasuki tahap pekerjaan fisik. Penimbunan lahan telah berjalan, membawa harapan besar bagi keluarga kurang mampu. Namun proyek ini sekaligus menjadi ujian: pembangunan tidak cukup sekadar selesai, tetapi harus tepat waktu, berkualitas, transparan, dan benar-benar berujung pada akses pendidikan bagi masyarakat yang selama ini tertinggal.

Pekerjaan penimbunan lahan pembangunan gedung Sekolah Rakyat tersebut dikerjakan CV Sejahtera Tehnik sebagai pemenang tender. Tahap awal ini menjadi bagian penting karena kualitas pekerjaan lahan akan menentukan kesiapan pembangunan konstruksi berikutnya.

Direktur LSM Blora Crisis Center (BCC), Amin Faried, menilai profesionalisme kontraktor harus menjadi perhatian utama. Menurutnya, proyek Sekolah Rakyat memiliki kepentingan sosial yang jauh lebih besar daripada sekadar pekerjaan konstruksi.

“Yang sedang dibangun bukan hanya gedung sekolah. Di atas lahan itu ada harapan anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan dan mengubah masa depannya.” jelasnya.


Karena itu, Amin meminta pekerjaan dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis, kualitas, serta jadwal yang telah ditetapkan. Dukungan masyarakat diperlukan untuk menjaga kondusivitas, tetapi pengawasan terhadap kualitas pekerjaan juga tidak boleh diabaikan.


“Masyarakat perlu mendukung agar pekerjaan berjalan lancar. Tetapi dukungan bukan berarti menghilangkan kontrol. Proyek yang menggunakan kepentingan publik harus dikerjakan profesional dan dapat dipertanggungjawabkan.”tambahnya.


Perluas Akses Pendidikan

Kehadiran Sekolah Rakyat di Blora diharapkan menjadi instrumen untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Program tersebut membawa misi penting: keterbatasan ekonomi keluarga tidak boleh memutus kesempatan anak memperoleh pendidikan yang layak dan bermutu.


Sekolah Rakyat juga diharapkan mampu menjadi salah satu instrumen peningkatan kualitas sumber daya manusia Blora dalam jangka panjang.


“Kemiskinan orang tua tidak boleh diwariskan menjadi keterbatasan pendidikan anak. Sekolah Rakyat harus menjadi jalan untuk memutus mata rantai itu,” tegas Amin.


Namun keberhasilan program tidak dapat diukur hanya dari berdirinya bangunan. Efektivitasnya kelak harus terlihat dari ketepatan sasaran penerima manfaat, kualitas pembelajaran, fasilitas, tenaga pendidik, serta kemampuan sekolah menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi.


Daya Saing Ekonomi


Pembangunan Sekolah Rakyat juga diharapkan memberikan efek jangka panjang terhadap perekonomian daerah. Peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan salah satu komponen yang dapat memperkuat daya saing daerah dalam menarik kegiatan usaha dan investasi.


Meski demikian, masuknya investasi tidak otomatis terjadi hanya karena keberadaan satu fasilitas pendidikan. Blora tetap membutuhkan infrastruktur memadai, kepastian regulasi, pelayanan perizinan yang efisien, tenaga kerja kompeten, serta iklim usaha yang kondusif.


Karena itu, Sekolah Rakyat harus ditempatkan sebagai bagian dari investasi pembangunan manusia.


“Investor membutuhkan daerah yang siap, termasuk kesiapan sumber daya manusianya. Jika pendidikan diperkuat, keterampilan meningkat dan iklim usaha dibenahi, Blora mempunyai modal lebih kuat untuk menarik investasi dan menciptakan lapangan kerja,” ujarnya.


Kini pekerjaan fisik telah dimulai. Publik menunggu pembuktiannya. Sekolah Rakyat jangan berhenti menjadi proyek pembangunan gedung. Ia harus menjadi proyek pembangunan manusia—tempat anak-anak keluarga kurang mampu memperoleh kesempatan yang sama untuk naik kelas secara sosial dan ekonomi. (red/01)



Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *