Kelas Menunggu, NADIA -ARDI Masih Membisu

TUNJUNGAN, SAPUJAGAD.NET Perjalanan dua pelajar asal Desa Sambongrejo Kecamatan menuju sekolah berakhir , Tunjungan di ruang perawatan. Sepeda motor yang mereka naiki bertabrakan dengan sebuah truk Mitsubishi Fuso di Jalan Raya Sambongrejo–Tunjungan, Kabupaten Blora, Jumat, 17 Juli 2026, sekitar pukul 06.30 WIB.

Kecelakaan terjadi ketika aktivitas warga mulai meningkat dan anak-anak berangkat sekolah. Korban, sebut saja Nadia, pelajar berusia 15 tahun, mengendarai Honda Beat warna hitam bernomor polisi K-5608-PY. Ia membonceng Ardi, adiknya bocah berusia tujuh tahun yang juga hendak menjalani aktivitas sekolah.

Namun, keduanya gagal mencapai sekolah setelah sepeda motor mereka naiki terlibat benturan dengan truk Mitsubishi Fuso warna kuning bernomor polisi H-8685-EC di ruas jalan yang masuk wilayah Desa Sambongrejo, Kecamatan Tunjungan.

Nadia mengalami luka robek pada dahi serta lecet pada tangan kanan. Sementara Ardi mengalami hematoma atau pembengkakan akibat benturan pada bagian samping kanan kepala. Keduanya dilaporkan dalam kondisi sadar dan mendapatkan pemeriksaan medis di RSUD Blora.

Berdasarkan kronologi awal yang dicatat kepolisian, truk yang dikemudikan pria berinisial RMA, 29 tahun, warga Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, melaju dari arah selatan menuju utara.

Ketika sampai di lokasi kejadian, truk tersebut bermaksud berbelok ke kanan. Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju sepeda motor yang dikendarai Nadia.

Jarak kedua kendaraan disebut telah terlalu dekat sehingga tabrakan tidak dapat dihindari. Namun, penyebab pasti kecelakaan, termasuk posisi kendaraan, kecepatan, jarak pandang, serta prosedur pengemudi ketika berbelok, masih memerlukan pendalaman melalui pemeriksaan saksi dan analisis tempat kejadian perkara.

Dua warga Desa Sambongrejo berinisial S dan AVF telah dicatat sebagai saksi. Keterangan mereka menjadi bagian penting untuk merekonstruksi detik-detik sebelum benturan dan memastikan ada atau tidaknya kelalaian dari pihak yang terlibat.

Petugas SSatlantas Polres Blora yang dilapori adanya laka lantas itu langsung mendatangi lokasi kecelakaan, mengamankan barang bukti kendaraan, mencatat identitas para saksi, serta mengecek kondisi korban di RSUD Blora.

Peristiwa pada jam keberangkatan sekolah tersebut kembali menegaskan tingginya risiko kecelakaan di ruas jalan yang mempertemukan kendaraan berat dengan pengendara sepeda motor. Kehati-hatian saat berbelok, memastikan jalur benar-benar aman, serta pengawasan terhadap pengendara usia sekolah menjadi faktor yang tidak dapat diabaikan.

Pagi itu, seragam sekolah telah dikenakan dan perjalanan telah dimulai. Namun, Nadia dan Ardi tidak pernah sampai ke ruang kelas. Perjalanan mereka terhenti di aspal Jalan Raya Sambongrejo–Tunjungan. (@gus/01)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *