Shoifur Rofiq Pasang Target Realistis Tembus DPRD
BLORA, SAPUJAGAT.NET Rapat konsolidasi DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Blora , di RM. Saung Mekarsari Karangjati Blora, Kamis (21/5/2026) menjadi ruang penataan ulang arah gerak partai menjelang Pemilu 2029. Di bawah kepemimpinan Shoifur Rofiq, S.Pi, partai berlambang Gajah ini, mulai menempatkan kerja politik sebagai agenda elektoral, dan proses panjang membangun kepercayaan publik dari tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten.

Konsolidasi ini memiliki makna strategis karena PSI Blora berangkat dari posisi yang tidak ringan. Pada Pemilu 2024, KPU Blora menetapkan 45 kursi DPRD Kabupaten Blora yang terbagi ke dalam lima daerah pemilihan. Dari 18 partai politik peserta Pemilu 2024, hanya 10 partai yang berhasil memperoleh kursi DPRD Blora, dan PSI belum masuk dalam daftar partai peraih kursi tersebut.
Namun, kondisi itu tidak dibaca sebagai akhir jalan. Justru dari titik inilah PSI Blora menegaskan kebutuhan untuk bekerja lebih sistematis, membangun struktur yang aktif, memperluas basis kader, dan menghadirkan program yang bersentuhan langsung dengan persoalan masyarakat.
Shoifur Rofiq, yang kini memimpin DPD PSI Kabupaten Blora, sebelumnya juga pernah menegaskan harapan PSI agar pada pemilu mendatang mampu menempatkan wakil di DPRD Blora. Rofiq menyebut PSI menargetkan minimal satu wakil di setiap dapil, sehingga secara ideal dapat menghadirkan lima kader terbaik untuk memperjuangkan aspirasi rakyat. �
Tak Hanya Slogan
Dalam forum konsolidasi, arah besar itu dipertajam menjadi target yang lebih realistis. PSI Blora tidak hanya berbicara soal kursi, tetapi juga soal prasyarat menuju kursi: struktur yang hidup, kader yang bekerja, data pemilih yang rapi, komunikasi publik yang konsisten, serta keberanian turun ke persoalan riil masyarakat.
“Target politik tidak boleh hanya menjadi slogan. Kalau ingin dipercaya rakyat, partai harus hadir lebih dulu, bekerja lebih dulu, dan membuktikan manfaatnya lebih dulu,” tegas Rofiq dalam konsolidasi tersebut.
Program kerja PSI Blora diarahkan pada beberapa sektor utama. Pertama, penguatan struktur partai sampai tingkat kecamatan dan desa. Langkah ini penting karena politik elektoral di daerah tidak cukup dibangun dari spanduk, deklarasi, atau kegiatan seremonial. Yang menentukan adalah kedekatan kader dengan warga, kemampuan membaca masalah lokal, serta konsistensi hadir dalam forum-forum sosial kemasyarakatan.
Kedua, PSI Blora menyiapkan rekrutmen kader berbasis kualitas. Partai tidak hanya membutuhkan nama untuk mengisi struktur, tetapi figur yang memiliki kapasitas komunikasi, integritas, dan komitmen kerja sosial. Kader muda, perempuan, pelaku UMKM, tokoh lokal, aktivis komunitas, serta warga yang memiliki kepedulian terhadap pelayanan publik menjadi segmen penting yang akan didekati.
Ketiga, PSI Blora mendorong program advokasi rakyat kecil. Posisi ini sejalan dengan pernyataan Rofiq sebelumnya yang menyebut PSI sebagai partai yang ingin memperjuangkan kepentingan orang kecil. Dalam konteks Blora, isu tersebut dapat diterjemahkan ke dalam perhatian terhadap pelayanan publik, ekonomi desa, akses pendidikan, lapangan kerja, UMKM, infrastruktur dasar, dan transparansi pemerintahan.
Keempat, partai juga perlu memperkuat literasi politik masyarakat. Konsolidasi tidak hanya diarahkan ke internal kader, tetapi juga ke publik. PSI Blora ingin membangun citra sebagai partai yang membuka ruang partisipasi warga, terutama generasi muda yang selama ini sering melihat politik sebagai ruang yang jauh, elitis, dan tidak menyentuh kehidupan sehari-hari.
Kekuatan Politik Lokal
Bagi PSI, Pemilu 2029 tidak bisa dipersiapkan secara mendadak. Dengan jarak waktu yang masih cukup panjang, partai memiliki ruang untuk melakukan pemetaan basis suara, evaluasi kelemahan Pemilu 2024, pembinaan calon legislatif potensial, serta penyusunan agenda publik yang konkret.
Target satu kursi di setiap dapil merupakan target ambisius, tetapi masih dapat disebut realistis jika PSI Blora mampu memenuhi tiga syarat utama: struktur aktif di akar rumput, figur caleg yang dikenal masyarakat, dan program yang benar-benar dirasakan warga. Tanpa tiga syarat itu, target hanya akan menjadi angka administratif. Dengan tiga syarat itu, target dapat berubah menjadi agenda politik yang terukur.
Konsolidasi DPD PSI Blora pada akhirnya menjadi penanda bahwa partai ini sedang mencoba naik kelas: dari sekadar peserta pemilu menjadi kekuatan politik lokal yang ingin diperhitungkan. Jalan menuju 2029 masih panjang, tetapi kerja politik memang tidak pernah dimulai dari hari pencoblosan. Ia dimulai dari kehadiran, konsistensi, dan keberanian membangun kepercayaan sebelum meminta suara.
Bagi Rofiq dan jajaran PSI Blora, tantangannya jelas: membuktikan bahwa politik solidaritas bukan hanya istilah partai, tetapi praktik nyata di tengah masyarakat. Jika konsolidasi ini mampu diterjemahkan menjadi kerja lapangan yang disiplin, PSI Blora memiliki peluang untuk memasuki Pemilu 2029 dengan posisi yang lebih siap, lebih matang, dan lebih relevan di mata (@bagus/01)














