KENDAL, SAPUJAGAD.NET — Pertumbuhan industri di Desa Campurejo, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, yang menyerap sekitar 7.000 tenaga kerja mendorong kebutuhan infrastruktur baru. Pemerintah desa mengusulkan pembangunan jembatan penyeberangan di atas Sungai Blorong untuk memperpendek akses pekerja, mengurangi kepadatan lalu lintas, sekaligus memperkuat konektivitas kawasan industri di wilayah selatan Kendal.
Desa Campurejo secara geografis berada di pintu masuk Kabupaten Kendal dari arah selatan dan berbatasan langsung dengan Kelurahan Cangkiran, Kecamatan Mijen, Kota Semarang. Posisi strategis tersebut berkembang seiring tumbuhnya berbagai industri di Dusun Nglorok yang bergerak di sektor garmen, mebel, ban kendaraan, dan sejumlah bidang lainnya.

Kepala Desa Campurejo, Iin Indrawan, mengatakan aktivitas industri di Nglorok telah berlangsung cukup lama, bahkan sudah berkembang sebelum Kawasan Industri Kendal tumbuh di wilayah Kaliwungu dan Brangsong.
Aktivitas industri tersebut diperkirakan menyerap sekitar 7.000 tenaga kerja, baik warga Campurejo maupun pekerja dari desa sekitar, terutama Meteseh, Trisobo, dan Kertosari.
Besarnya mobilitas pekerja tersebut kini menjadi perhatian pemerintah desa. Kepadatan arus kendaraan di kawasan Boja, terutama pada jam keberangkatan dan kepulangan karyawan, dinilai membutuhkan jalur alternatif yang lebih efektif.
Iin mendorong pembangunan jembatan penyeberangan di atas Sungai Blorong yang dapat menghubungkan kawasan permukiman pekerja dengan sentra industri Nglorok secara lebih langsung.
Selama ini, pekerja dari Meteseh, Trisobo, dan Kertosari harus menempuh jalur memutar untuk menuju maupun meninggalkan tempat kerja. Keberadaan jembatan diharapkan dapat memangkas jarak tempuh, menghemat waktu perjalanan, sekaligus mengurangi beban lalu lintas di jalur utama Boja.
Pembangunan tersebut juga dinilai strategis karena Sungai Blorong menjadi salah satu elemen geografis penting di Campurejo. Sungai yang berhulu di kawasan perbukitan sekitar Boja itu juga kerap mendapat perhatian ketika terjadi peningkatan debit air dan potensi limpasan di kawasan permukiman, termasuk sekitar Perumahan Taman Permata Campurejo.
Industri Dorong Ekonomi Warga

Keberadaan industri di Dusun Nglorok, menurut Iin, telah memberikan dampak ekonomi signifikan bagi masyarakat. Warga lokal mendapatkan kesempatan kerja sehingga ikut membantu menekan angka pengangguran, sementara lingkungan desa juga memperoleh manfaat melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).
Persoalan limbah industri juga disebut telah mendapatkan penanganan melalui pengelolaan dan pengangkutan oleh pihak transporter sesuai kebutuhan masing-masing perusahaan.
Di tengah pertumbuhan sektor industri, Desa Campurejo juga mulai memperkuat pembangunan berbasis lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
Belum lama ini, desa tersebut menjadi lokasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang. Sejumlah program diterapkan, mulai dari pembuatan alat pengolahan limbah organik menjadi pupuk cair, edukasi penanaman sayuran, pembentukan bank sampah, pencegahan stunting, pengembangan produk UMKM hingga pembentukan Kelompok Wanita Tani (KWT).
Salah seorang mahasiswa KKN Udinus, Aufalla, menilai kondisi ekonomi masyarakat Campurejo relatif berkembang dan masyarakat cukup responsif terhadap program pemberdayaan yang dibawa mahasiswa.
Partisipasi terutama terlihat dari kelompok perempuan dan ibu rumah tangga yang mengikuti edukasi mengenai kebersihan lingkungan, pengolahan pangan, hingga pemenuhan gizi bagi anak untuk membantu mencegah stunting.
Perkembangan tersebut memperlihatkan Campurejo tidak hanya tumbuh sebagai desa penyangga industri, tetapi mulai menghadapi kebutuhan baru berupa infrastruktur yang mampu mengikuti peningkatan aktivitas ekonominya.
Jembatan penyeberangan Sungai Blorong kini menjadi salah satu aspirasi penting agar pertumbuhan industri yang telah membuka ribuan lapangan kerja juga ditopang akses transportasi yang lebih cepat, aman, dan efisien.
Sriyanto













Leave a Reply