Baru Berdiri Kerangka Pembangunan Sudah Terhenti
KENDAL, SAPUJAGAD.NET : Harapan warga Desa Galih, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, memiliki akses jembatan baru belum juga terwujud. Pembangunan yang dirintis sejak 2024 itu kini berhenti setelah baru mencapai tahap fondasi dan pemasangan kerangka besi, sementara kebutuhan anggaran untuk menuntaskannya masih menjadi persoalan.
Kerangka besi jembatan yang berdiri di atas aliran sungai wilayah RW 03 Desa Galih kini menjadi perhatian masyarakat hingga aktivis LSM Kabupaten Kendal. Mereka mempertanyakan kelanjutan proyek tersebut karena jembatan belum dapat dimanfaatkan untuk mobilitas kendaraan roda dua maupun roda empat.

Kepala Desa Galih, Muzhilin, mengakui pembangunan jembatan tersebut terhenti karena keterbatasan pendanaan.
Menurut dia, pembangunan jembatan berawal dari usulan masyarakat melalui Musyawarah Desa (Musdes) 2023. Pemerintah desa kemudian merencanakan pembangunan secara bertahap menggunakan Dana Desa.
Pada 2024, anggaran yang tersedia baru mampu digunakan untuk membangun fondasi. Pekerjaan kembali dilanjutkan pada 2025 dengan pemasangan kerangka besi.
Namun, rencana penyelesaian jembatan kembali tersendat setelah kemampuan fiskal desa terbatas. Muzhilin menyebut Dana Desa yang diterima saat ini hanya sekitar Rp300 juta per tahun, sehingga pemerintah desa kesulitan menyediakan anggaran besar untuk menyelesaikan konstruksi.
Pembangunan juga tidak sekadar menyangkut pembiayaan. Karena berada di atas aliran sungai, pemerintah desa harus melalui proses perizinan dan koordinasi dengan instansi terkait.
“Harus berurusan dengan Kementerian PUPR dan Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Provinsi Jawa Tengah untuk mendapatkan izin,” kata Muzhilin.
Pemdes Galih kemudian berupaya mencari dukungan pembiayaan dari luar Dana Desa. Aspirasi disampaikan kepada anggota DPRD Kabupaten Kendal hingga Pemerintah Kabupaten Kendal.
Menurut Muzhilin, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari telah mengusulkan Bantuan Provinsi (Banprov) sebesar Rp100 juta untuk melanjutkan pembangunan jembatan tersebut.
Dana itu direncanakan turun pada tahun ini dan diarahkan untuk melanjutkan pekerjaan, terutama tahap pengecoran.
Meski demikian, Muzhilin mengakui anggaran Rp100 juta belum mencukupi untuk menuntaskan seluruh konstruksi hingga jembatan benar-benar siap digunakan.
Kondisi tersebut membuat penyelesaian jembatan masih membutuhkan dukungan anggaran lanjutan. Warga kini menunggu kepastian agar kerangka besi yang telah berdiri tidak berlama-lama menjadi proyek setengah jadi, tetapi segera berubah menjadi akses penghubung yang dapat menunjang mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat Desa Galih. (Sriyanto/01)















Leave a Reply